Sejarah Jurusan Seni Rupa

Jurusan Pendidikan Seni Rupa merupakan ujung tombak dalam penyelenggaraan  pendidikan seni rupa di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan (UNIMED).didirikan pada bulan Nopember 1967 Jurusan Seni Rupa berdiri, yang tergabung dengan jurusan lainnya dalam Fakultas Kependidikan Sastra dan Seni (FKSS) IKIP Medan. Setelah memisahkan diri dari USU, maka IKIP Medan berdiri sendiri, tetapi masih dipayungi oleh IKIP Jakarta sehingga pada waktu tersebut disebut sebagai IKIP Jakarta Cabang Medan. Beberapa tahun kemudian barulah resmi berdiri sendiri sebagai IKIP Medan.
Pada tahun 1968 dan 1979, Jurusan Pendidikan Seni Rupa hanya memiliki satu orang dosen tetap yaitu Drs. Baginda Sirait.  Beliau dibantu beberapa orang dosen luar biasa (honorer) antara lain : Gajerbana Sembiring (lulusan A2 ASRI Yogyakarta), Edi Simanjuntak (lulusan A1 ASRI Yogyakarta), Burhanudin Piliang, Azis S.B., Sekar Gunung.
Pada tahun pertama mahasiswa seni rupa berjumlah 18 0rang, semuanya adalah program Sarjana. Program ini berbeda dengan program S1 yang ada sekarang. Pada program sarjana, lulusannya bisa langsung melanjutkan pendidikannya ke program doktor tanpa melalui program S2. Sedangkan program S1 mengharuskan ikut S2 dulu sebelum masuk program doktor.
Pada tahun kedua tercatat Drs. Esra Barus (pensiunan dosen seni rupa tahun 2004) sebagai mahasiswa jurusan seni rupa pindahan dari Madiun yang langsung masuk kuliah tingkat II, karena sebelumnya sudah menyelesaikan program diploma 1 di Madiun. Di samping sebagai mahasiswa beliau juga ditugaskan sebagai asisten dosen. Pada tahun ketiga (1969) terjadi penambahan 1 orang dosen tetap seni rupa, yaitu Drs. Oloan Situmorang. Kemudian pada tahun 1973 diangkat lagi 1 orang dosen tetap yaitu Drs. Mordiyan  Ginting, dan pada tahun 1975  ditambah lagi 1 orang dosen tetap yaitu Drs. Jintar Manurung.
Pada tahun 1976 kebutuhan akan guru semakin mendesak, dimana banyak sekolah yang dibangun dengan program Inpres sementara jumlah guru masih sedikit, untuk itu dibuka program diploma 1, 2 dan 3 , yang bertujuan menghasilkan calon guru SLTP dan SMA.
Program diploma mulai ada pada tahun 1979 ketika terjadi perubahan sistem pendidikan yang lama menjadi sistem SKS. Program diploma terdiri dari D1 seni rupa, D1 kerajinan, D2 seni rupa, D2 kerajinan, dan D3 seni rupa. Pada waktu itu jumlah dosen tetap hanya 4 orang (Drs. Baginda Sirait, Drs. Oloan Situmorang, Drs. Mordian Ginting, dan Drs. Jintar Manurung). Selain dosen tetap ada satu orang dosen luar biasa yaitu bapak Sadiran yang memberikan pengajaran keramik, Komar memberikankuliah anyam.
Drs. Baginda Sirait  dapat dikatakan sebagai “perintis” atau “pendiri” jursan seni rupa UNIMED, karena beliau adalah dosen pertama di jurusan seni rupa, dan sejak tahun pertama beliau sudah bertugas sebagai ketua jurusan. Selanjutnya jabatan ketua jurusan dan sekretaris jurusan seni rupa diurutkan sebagai berikut :
TahunKetua /Sekreteris Jurusan
1967 – 1971Drs. Baginda SiraitEdi Sitanggang
1972 – 1975Drs. Baginda SiraitEdi Sitanggang
1976 – 1980Drs. Baginda SiraitDrs. Oloan Situmorang
1981 – 1985Drs. Jintar ManurungDrs. Mordian Ginting
1986 – 1990Drs. Mordian GintingDrs. Hotman Sirait
1990 – 1994Drs. Hotman SiraitDrs. Syahruddin Harahap, M.Si
1994 – 1998Drs. Brisman SilabanDrs. Sofian Sagala
1998 –  2002Drs. R. TriyantoDrs. Dermawan Sembiring, M.Hum.
2002 –  2006Drs. Dwi Budi wiwaramulja,M.SnDrs. Anam Ibrahim, M.Pd.